Jumat, 28 November 2008

Pagi ini

Pagi ini langit terlihat cerah.
Biru, tidak panas, semburat putih awan tipis disana-sini,
dihiasi tiga garis awan yang dibuat pesawat latih angkatan udara.

Pedagang sayur keliling mulai menggelar dagangannya,
ibu-ibu dan prt mulai berkerumun,
berebut sayur dengan sopan.
Jalan-jalan masih lengang,
satu-dua sepeda motor bersliweran,
para karyawan berangkat untuk senam pagi.
Bersama penyapu jalan yang memberikan melodi pagi dengan gesekan sapu lidinya di atas aspal.

Hanya di satu kamar itu terlihat berbeda.
Lampu pijar 40 watt masih menyala,
gorden hijau tak dibuka.
Membiarkan pengap bergelayut di dalam kamar.
Pintu kamar yang tidak bisa dikunci dari luar itu pun sudah terbuka.

Sang empunya sudah membuka laptop,
memindah file ke flashdisk.
Hasil pekerjaannya kemarin.
Matanya merah,
sembab karena air yang tak ingin dia keluarkan
namun tetap saja mengalir.
Membasahi pipi,
turun ke dagu,
jatuh membatasi lantai tegel hitam.
Sehitam kalut hatinya pagi itu.

“Hari ini aku pulang” katanya. “Ibuku meninggal…”

Turut berduka cita atas meninggalnya ibunda dari Nuril Huda, karyawan PT Petrokimia Gresik, teman satu mess, teman bercanda, teman chatting, teman sarapan bubur ayam, teman makan pecel. Semoga Ibunda mendapatkan kedamaian di sana. Amin.

~ oleh Pandu

tulisan ini juga dapat dilihat di blognya pandu

Kamis, 20 November 2008